Dasar-Dasar Catur 8
9:48 PM5. NOTASI
Notasi artinya catatan. Setiap langkah dalam permainan catur harus dicatat. Dari catatan atau notasi itu, kita bisa memainkan ulang jalannya pertandingan antara para juara.
Sistem notasi yang diakui oleh Federasi Catur Dunia ( lazimnya disingkat FIDE ) adalah Sistem Aljabar. Caranya mudah sekali.
Kita sudah mengetahui nama dari setiap petak. Setiap buah catur ditandai dengan huruf awal namanya, kecuali bidak. Singkatan nama buah catur ini harus selalu menggunakan huruf besar. Namun belakangan ini sesuai perkembangan teknologi, singkatan nama buah itu sering juga di tukar dengan gambar buah seperti yang ada pada diagramnya. Singkatan dari nama buah catur adalah sebagai berikut.
R = Raja
M = Menteri
B = Benteng
G = Gajah
K = Kuda
Notasi Panjang
Langkah buah catur dicatat dengan menyebutkan singkatan dari buah catur yang bersangkutan dan digabung dengan petak asalnya lalu kemudian petak tujuannya. Untuk bidak hanya disebut petak asalnya dan petak tujuannya. Apabila langkah buah itu hanya berupa jalan biasa, maka antara petak asal dan petak tujuan diberi tanda “-“. Kalau langkah itu berupa pemukulan, maka tanda itu berupa “x”.
Umpamanya :
e2-e4 artinya bidak e2 maju ke petak e4
Kg8-f6 artinya Kuda dari petak g8 lompat ke petak f6.
Gf1-c4 artinya Gajah dari petak f1 melangkah ke petak c4
Kf6xe4 artinya Kuda dari petak f6 memukul buah yang ada di petak e4
c7-c8M artinya bidak c7 maju ke petak c8 dan promosi menjadi Menteri
f2-f1K artinya bidak di petak f2 maju ke f1 dan promosi menjadi Kuda
g7xh8B artinya bidak g7 memukul buah lawan di h8 dan sekaligus promosi jadi Benteng
Notasi panjang ini dapat pula disebut notasi lengkap. Dikatakan lengkap karena menyebutkan petak asal dari buah catur itu.
Notasi Pendek
Cara yang lebih pendek, tidak menyebutkan petak asal buah catur itu. Dalam hal ini tertu harus diartikan bahwa hanya ada satu buah catur yang sejenis yang dapat pergi ke petak itu.
Contoh notasi panjang diatas dapat dijadikan notasi pendek.
Dalam notasi pendek menjadi :
e2-e4 = e4
Kg8-f6 = Kf6
Gf1-c4 = Gc4
Kf6xe4 = Kxe4 ( tanda pukul “x” tetap digunakan )
c7-c8M = c8M
f2-f1K = f1K
g7xh8B = h8B
Tetapi seandainya ada dua buah catur sejenis yang dapat pergi ke petak yang sama, maka notasi pendek harus dilengkapi dengan cara sebagai berikut. Umpama :
Dua Kuda berada pada petak g8 dan d7.
Dengan demikian maka langkah Kg8-f6 harus ditulis dalam notasi pendek dengan Kgf6 untuk membedakannya dengan langkah Kd7-f6 yang ditulis Kdf6.
Jika Kuda itu masing-masing berada pada petak g8 dan g4, maka langkah Kg8-f6 dalam notasi pendek menjadi K8f6, sedangkan Kg4-f6 menjadi K4f6.
Ketentuan untuk kuda ini juga berlaku untuk Benteng, karena juga ada kemungkinan yang sama untuk menuju ke petak yang sama. Kalau memakai notasi pendek berhati-hatilah dengan Kuda dan Benteng.
Tanda-tanda notasi
Tanda-tanda lain yang lazim digunakan dalam notasi catur ialah.
0-0 = rokade dengan Benteng h1 atau h8 yang biasa disebut rokade pendek ( rokade kesayap raja )
0-0-0 = rokade dengan Benteng a1 atau a8 yang biasa disebut rokade panjang ( rokade kesayap menteri )
+ = tanda sekak atau skak ( serangan terhadap raja )
++ = tanda sekak mat atau boleh disingkat mat.
! = langkah yang bagus.
!! = langkah yang sangat bagus.
? = langkah yang buruk.
?? = langkah yang sangat buruk.
!? = langkah yang patut dikaji.
?! = langkah yang diragukan.
e.p = tanda “ en passant “ (sambil lalu ). Tanda ini muncul dibelakang langkah bidak yoang melakukan pemukulan “ en passant “.
Langkah Teks
Yang dimaksud dengan langkah teks ialah langkah yang sebenarnya dimainkan dalam satu partai. Biasanya langkah teks itu ditulis dengan notasi panjang atau dicetak tebal. Langkah komentar atau analisa yang mengulas permainan itu, biasanya ditulis dengan notasi pendek atau dicetak biasa. Berikut ini contoh ulasan singkat penggalan suatu partai catur.
1. e2-e4 e5-e5
2.Kg1-f3 d7-d6
Selain langkah teks diatas ( maksudnya langkah d7-d6 ), hitam mempunyai pilihan lain seperti 2…..Kc6 atau 2…..e6.
LATIHAN 4
Sekarang marilah kita mainkan beberapa partai yang dimulai dari bangunan permulaan. Ikutilah langkah-langkah berikut diatas papan catur dan berikanlah kemungkinan langkah-langkah lain sebagai jawaban terhadap langkah sekak
Partai 1
1. e2-e4 e7-e5
2. Kg1-f3 d7-d6
3.Gf1-b5+ c7-c6
Tanya 1 : Selain langkah teks tadi, adakah langkah lain yang dapat dilakukan Hitam untuk menghindarkan sekak dari Gajah itu?
4. Gb5-a4 Gc8-g4
5. d2-d4 e5xd4
6. Md1xd4 Gg4xf3
7. g2xf3 Md8-a5+
8. Kb1-c3
Tanya 2 : Putih juga mempunyai beberapa cara menangkis sekak dari Menteri hitam itu. Tunjukkan beberapa cara itu !
8…………......Kg8-f6
9. Gc1-f4 d6-d5
10.0-0-0 Kb8-d7
11.e4xd5 Gf8-c5
12.Bh1-e1+ Re8-d8
Tanya 3 : Berikanlah kemungkinan lain bagi Hitam untuk menghindar dari serangan sekak Benteng putih. Berapa banyakkah kemungkinan itu?
13.Md4-d2 Kd7-b6
14.d5xc6+ Rd8-c8
Tanya 4 : Adakah langkah lain yang dapat dipilih Hitam untuk menyelamatkan Rajanya?
15.Md2-d7+ Kb6-d7
Tanya 5 : Apakah jawaban Hitam ini merupakan Pilihan satu-satunya?
16.c6xd7+ Rc8-d8
Tanya 6 : Adakah pilihan lain untuk hitam?
17.Be1-e8+ Kf6xe8
Tanya 7 : Pilihan apa lagi yang dapat dilakukan Hitam?
18.d7xe8M++
Tanya 8 : Masih adakah pilihan buat Hitam untuk menghindarkan Rajanya dari sekak?
Untuk memeriksa apakah langkah yang Anda jalankan memang sudah tepat seperti langkah teks, berikut ini diberikan diagram yang merupakan bangunan akhir setelah langkah Putih 18.d7xe8M++
Diagram 83
Partai 2
Susunlah kembali buah catur seperti pada permulaan permainan. Kemudian jalankanlah langkah-langkah berikut sambil menjawab pertanyaan yang diajukan.
1. e2-e4 c7-c5
2. e4-e5 d7-d5
Tanya 9 : Bolehkah Putih memukul bidak hitam ini secara “ en passant “?
3. d2-d4 e5xd4
4. Md1xd4 Kb8-c6
5. Gf1-b5 Gc8-d7
Tanya 10 : Dapatkah sebagai pengganti langkah teks, Hitam menjalankan 5……kc6xd4?
6. Gb5xc6 b7xc6
7. Gc1-f4 e7-e6
8. Kg1-f3 Md8-a5+
Tanya 11 : Bolehkan sekarang Putih rokade pendek?
9. Kb1-c3 f7-f5
10.e5xf6 e.p
Tanya 12 : Wajibkah Putih memukul “ en passant “? Bolehkah Putih menjalankan 10.exd6 e.p?
10………….....Kg8xf6
11.h2-h4
Tanya 13 : Bolehkah sekarang Hitam rokade panjang?
11…………....Ma5-a6
Tanya 14 : Bolehkah sekarang Putih rokade pendek? Atau rokade panjang?
12.Bh1-h3 Gf8-e7
13.Kf3-e5 c6-c5
14.Md4-d2 Ma6-a5
15.Ke5xd7 Re8xd7
Tanya 15 : Kalau Hitam tidak memukul Kuda putih itu, bolehkah dia rokade pendek? Dan rokade panjang? Setelah langkah teks tadi, masih bolehkah Hitam nanti rokade pendek atau rokade panjang?
16.Bh3-h1 d5-d4
17.0-0-0
Tanya 16 : Kalau Putih tidak rokade panjang, bolehkah dia rokade pendek?
17…………......h7-h5
Tanya 17 : Bolehkah Hitam menjalankan 17…….d4xc3
Tanya 18 : Bolehkah sekarang Putih memukul “ en passant “ dengan Gajahnya dalam bentuk 18. Gxh6?
Untuk mencocokan ketepatan langkah-langkah anda, berikut ini diberikan diagram bangunan akhir setelah 17……..h7-h5
Diagram 84
Partai 3
Kini kita tidak mulai dari awal. Telitilah diagram 85.
Diagram 85
Sekarang Putih yang giliran melangkah dan menjalankan :
1. e6-e7
Tanya 19 : Dapatkah Putih menjalankan 1. f7xe8M dan mempromosikan bidak menjadi Menteri?
1……………...h2-h1M
Tanya 20 : Bolehkah Hitam mempromosikan bidak ini jadi Menteri? Bolehkah dia memilih buah lain?
2.e7xf8 Tanya 21 : Sebagai pengganti bidak yang promosi itu, buah apakah yang dapat dipilih oleh Putih?
Tanya 22 : Buah apakah yang terbaik untuk Putih sebagai pengganti bidak yang promosi itu?
Dasar-Dasar Catur 7
9:46 PMSekak rangkap
Sekak rangkap terjadi jika terdapat dua buah yang secara serempak menyerang atau mengancam Raja. Sekak rangkap sangat berbahaya. Bahkan lebih berbahaya dari sekak tarik. Perhatikan contoh berikut.
Diagram 66
Raja hitam diserang secara serempak oleh Gajah dan Benteng putih.
Diagram 67
Tangkisan satu-satunya. Raja hitam harus lari dan dia bisa ke g8.
Sekak rangkap tidak bisa ditangkis dengan cara memukul buah yang memberi sekak. Gajah f6 sebenarnya bisa dipukul oleh Gajah hitam dari d4 atau oleh bidak hitam dari e7. tetapi Rajanya tetap disekak oleh Benteng putih h3. Demikian pula jika Benteng h3 dipukul oleh Gajah e6. maka Gajah putih di f6 masih tetap menyerang Raja hitam.
Sekak rangkap juga tidak bisa ditangkis dengan cara menutupnya. Walau kuda hitam di f8 dapat menutup serangan Benteng di h7, tetapi tidak bisa sekaligus menutup serangan Gajah dari f6.
Diagram 68
Putih menyerang Raja hitam dengan sekak rangkap Menteri dan Kuda.
Perhatikan diagram 68. Menteri putih sebenarnya bisa dipukul oleh Menteri hitam atau oleh Benteng hitam. Tetapi Raja hitam tetap kena sekak oleh Kuda di h6. Demikian pula kalau kuda itu dipukul oleh bidak g7, Rajanya tetap kena sekak oleh Menteri putih. Jadi bigi hitam tidak ada pilihan lain kecuali Raja harus pindah ke f8 atau h8.
Kalau Raja kena sekak rangkap, maka tangkisan satu-satunya adalah menyingkir. Kalau petak untuk menyingkir tidak ada, berarti Raja itu kena sekak mat atau sering di pendek dengan mat.
Sekak Mat.
Sekat tarik dan sekak rangkap dapat juga sekaligus menyebabkan sekak mat atau sering disebut mat saja. Lihat diagram 69
Diagram 69
Putih jalan dan me-mat-kan Raja hitam dalam satu langkah.
Diagram 70
Hitam mat setelah Putih melakukan sekak tarik dengan Gajahnya ke f7.
Diagram 71
Putih jalan dan me-mat-kan Raja hitam dalam satu langkah.
Diagram 72
Hitam mat setelah Putih melakukan sekak rangkap dengan Kuda dan Benteng.
LATIHAN 3
Diagram 73
Putih jalan. Bisakah Putih me-mat-kan Hitam dalam satu langkah?
Diagram 74
Putih jalan. Langkah apakah yang terbaik buat Putih?
Diagram 75
Raja putih kena syah oleh Gajah hitam dari a3. Langkah apakah yang terbaik dilakukan Putih?
Diagram 76
Putih jalan. Sekak macam apakah yang terbaik dilakukan oleh Putih?
Diagram 77
Putih jalan. Bagaimana cara Putih supaya menang?
Diagram 78
Putih jalan. Dapatkah Putih me-mat-kan Raja hitam dalam tiga langkah?
Diagram 79
Putih jalan. Bagaimana caranya supaya menang?
Diagram 80
Putih jalan dan menang!
Diagram 81
Hitam baru saja menjalankan bidaknya dari g7 ke g5 yang menyebabkan Raja putih mat. Apakah Putih masih bisa menyelamatkan Rajanya?
Diagram 82
Putih jalan. Banyak cara bagi Putih untuk me-mat-kan Raja hitam. Berapa banyakkah cara yang dimiliki oleh Putih? Coba lah tunjukan satu per satu.
Dasar-Dasar Catur 6 (Tujuan Permainan)
9:45 PM
Tujuan permainan catur ialah menangkap Raja lawan. Raja lawan tidak boleh dipukul atau dimakan. Raja hanya boleh diserang atau dikepung sehingga tidak bisa lari atau diselamatkan lagi.
Bila Raja itu sudah tidak dapat menghindar dari ancaman, maka berarti Raja itu sudah tertangkap. Pihak yang mengkap Raja itu keluar sebagai pemenang.
Kalau Raja diserang oleh buah lawan, maka dikatakan Raja itu kena syah atau sekak. Serangan terhadap Raja harus segera ditangkis. Ada tiga cara untuk menangkis sekak itu.
1. Memukul atau memakan buah lawan yang melakukan sekak itu dengan buah sendiri.
2. Melarikan Raja dari arah serangan buah lawan.
3. Menutup arah serangan buah lawan dengan buah sendiri. Untuk jelasnya marilah kita teliti contoh berikut.

Raja Putih kena sekak oleh Benteng hitam dari g7. Putih harus menangkis serangan itu.

Cara tangkisan pertama: Putih memukul buah lawan yang melakukan sekak itu dengan Gajah.

Cara tangkisan kedua: Putih melarikan Rajanya dari arah serangan benteng hitam.

Cara tangkisan ketiga: Putih menutup arah serangan benteng hitam dengan Bentengnya sendiri.
Tahukah anda cara mana yang terbaik?
Serangan sekak oleh kuda hanya bisa ditangkis dengan dua cara. Marilah kita lihat contoh berikut.

Raja putih kena sekak oleh Kuda hitam dari f3.

Cara tangkisan pertama: Putih memukul Kuda yang melakukan sekak itu dengan Gajahnya.

Cara tangkisan kedua: Putih melarikan Rajanya dari arah pukulan Kuda sambil mendekatinya. Didekati seperti ini, Kuda itu tidak berbahaya.
Cara tangkisan ketiga dalam contoh ini tidak bisa dipakai oleh Putih sebab serangan Kuda tidak bisa ditutup. Jadi hanya bisa ditangkis dengan dua cara saja seperti di atas.
Syah tarik terjadi apabila kita melangkahkan satu buah dan bersamaan dengan itu membuka selubung bagi buah lain untuk menyerang Raja lawan. Perhatikan contoh diagram 62.

Kalau sekarang Putih melangkah, dia bisa melakukan sekak tarik terhadap Raja hitam dengan menjalankan bidak f6 ke f7. Dengan demikian, Menterinya yang berada di e5 menyerang Raja hitam di h8.

Diagram 63 memperlihatkan keadaan setelah Putih menjalankan bidak f6 ke f7. Sekak tarik dapat menimbulkan bahaya besar.
Dalam contoh ini terlihat bahwa selain Raja hitam kena sekak, Menterinya juga terancam bidak f7.

Contoh lain terlihat pada diagram 64. Hitam menjalankan Kuda e7 ke d5 dan sekaligus melakukan sekak dengan Bentengnya terhadap Raja putih. Seperti kita saksikan, Kuda hitam di d5 juga menyerang Menteri putih di c3. Putih harus menyelamatkan Rajanya dan karena itu dia terpaksa menderita kerugian sebab Menterinya akan dipukul oleh Kuda hitam.

Satu contoh lagi diperlihatkan pada diagram 65. Putih melakukan sekak tarik dengan melangkahkan Benteng d5 ke e5, membuka serangan dengan Gajah terhadap Raja lawan. Bersamaan dengan itu, Bentengnya melindungi Gajah di e4 terhadap ancaman Menteri hitam dan sekaligus menyerang baik Menteri itu. Hitam menderita kerugian besar.
Sekak tarik dapat mengakibatkan bahaya yang tidak terduga. Karena itu berhati-hatilah, agar lawan jangan mendapat peluang menyerang dengan sekak tarik.
Bila Raja itu sudah tidak dapat menghindar dari ancaman, maka berarti Raja itu sudah tertangkap. Pihak yang mengkap Raja itu keluar sebagai pemenang.
Syah atau Sekak
Kalau Raja diserang oleh buah lawan, maka dikatakan Raja itu kena syah atau sekak. Serangan terhadap Raja harus segera ditangkis. Ada tiga cara untuk menangkis sekak itu.
1. Memukul atau memakan buah lawan yang melakukan sekak itu dengan buah sendiri.
2. Melarikan Raja dari arah serangan buah lawan.
3. Menutup arah serangan buah lawan dengan buah sendiri. Untuk jelasnya marilah kita teliti contoh berikut.
Diagram 55
Raja Putih kena sekak oleh Benteng hitam dari g7. Putih harus menangkis serangan itu.
Diagram 56
Cara tangkisan pertama: Putih memukul buah lawan yang melakukan sekak itu dengan Gajah.
Diagram 57
Cara tangkisan kedua: Putih melarikan Rajanya dari arah serangan benteng hitam.
Diagram 58
Cara tangkisan ketiga: Putih menutup arah serangan benteng hitam dengan Bentengnya sendiri.
Tahukah anda cara mana yang terbaik?
Serangan sekak oleh kuda hanya bisa ditangkis dengan dua cara. Marilah kita lihat contoh berikut.
Diagram 59
Raja putih kena sekak oleh Kuda hitam dari f3.
Diagram 60
Cara tangkisan pertama: Putih memukul Kuda yang melakukan sekak itu dengan Gajahnya.
Diagram 61
Cara tangkisan kedua: Putih melarikan Rajanya dari arah pukulan Kuda sambil mendekatinya. Didekati seperti ini, Kuda itu tidak berbahaya.
Cara tangkisan ketiga dalam contoh ini tidak bisa dipakai oleh Putih sebab serangan Kuda tidak bisa ditutup. Jadi hanya bisa ditangkis dengan dua cara saja seperti di atas.
Sekak Tarik
Syah tarik terjadi apabila kita melangkahkan satu buah dan bersamaan dengan itu membuka selubung bagi buah lain untuk menyerang Raja lawan. Perhatikan contoh diagram 62.
Diagram 62
Kalau sekarang Putih melangkah, dia bisa melakukan sekak tarik terhadap Raja hitam dengan menjalankan bidak f6 ke f7. Dengan demikian, Menterinya yang berada di e5 menyerang Raja hitam di h8.
Diagram 63
Diagram 63 memperlihatkan keadaan setelah Putih menjalankan bidak f6 ke f7. Sekak tarik dapat menimbulkan bahaya besar.
Dalam contoh ini terlihat bahwa selain Raja hitam kena sekak, Menterinya juga terancam bidak f7.
Diagram 64
Contoh lain terlihat pada diagram 64. Hitam menjalankan Kuda e7 ke d5 dan sekaligus melakukan sekak dengan Bentengnya terhadap Raja putih. Seperti kita saksikan, Kuda hitam di d5 juga menyerang Menteri putih di c3. Putih harus menyelamatkan Rajanya dan karena itu dia terpaksa menderita kerugian sebab Menterinya akan dipukul oleh Kuda hitam.
Diagram 65
Satu contoh lagi diperlihatkan pada diagram 65. Putih melakukan sekak tarik dengan melangkahkan Benteng d5 ke e5, membuka serangan dengan Gajah terhadap Raja lawan. Bersamaan dengan itu, Bentengnya melindungi Gajah di e4 terhadap ancaman Menteri hitam dan sekaligus menyerang baik Menteri itu. Hitam menderita kerugian besar.
Sekak tarik dapat mengakibatkan bahaya yang tidak terduga. Karena itu berhati-hatilah, agar lawan jangan mendapat peluang menyerang dengan sekak tarik.
Dasar-Dasar Catur 5
9:45 PMRokade
Selama permainan belangsung pemain diizinkan rokade sekali saja. Rokade merupakan langkah gabungan antara Raja dengan salah satu Benteng untuk berukar tempat. Langkah ini dimaksudkan sebagai usaha mengamankan Raja.
Cara melakukan rokade harus urut sebagai berikut :
1. Raja dipegang lebih dulu dan dipindahkan dua petak kearah Benteng yang diajak rokade.
2. Kemudian Benteng yang diajak rokade itu dipindahkan melewati atau melompati Raja tadi.
Untuk jelasnya mari kita lihat contoh berikut.
Diagram 39
Keadaan sebelum rokade
Diagram 40
Cara melakukan rokade pendek
Diagram 41
Diagram 41
Keadaan setelah melakukan rokade pendek
Rokade yang dilakukan ke arah sayap raja seperti contoh di atas ini dinamakan rokade pendek.
Apabila rokade itu menuju ke arah sayap-menteri, maka dinamakan rokade panjang. Berukut ini contohnya.
Diagram 42
Keadaan sebelum rokade
Diagram 43
Diagram 43
Cara melakukan rokade panjang
Diagram 44
Diagram 44
Keadaan setelah rokade panjang
Pemain Hitam juga dapat melakukan langkah rokade dengan cara yang sama seperti contoh di atas.
Bolehkah langkah rokade itu dilakukan setiap saat?
Jawabnya : syarat untuk melakukan rokade ada empat.
1. Raja yang akan rokade itu belum pernah dilangkahkan.
2. Benteng yang dipakai untuk rokade juga belum pernah dilangkahkan.
3. Petak Raja yang akan rokade, maupun petak yang akan dilaluinya ketika rokade, dan juga petak tempatnya berada setelah rokade, tidak terancam oleh buah lawan.
4. Tidak ada buah catur lain antara Raja dan Benteng yang akan rokade itu.
Sekarang marilah kita perhatikan contoh berikut.
Diagram 45
Putih melangkah : Dia boleh melakukan rokade pendek walaupun Bentengnya di h1 diancam oleh Gajah hitam dari c6. Yang penting, Rajanya tidak terancam.
Tetapi pemain putih tidak boleh rokade panjang sebab petak d1 yang akan dilalui Rajanya sedang terancam oleh Menteri hitam di d7.
Sebaliknya hitam boleh rokade panjang walaupun Kuda putih di a6 mengancam petak b8 yang hanya dilewati oleh Benteng. Tetapi dia tidak boleh rokade pendek sebab petak g8 yang akan ditempati Rajanya sedang diancam oleh Menteri putih dari b3. Lihat diagram 46.
Diagram 46
Keadaan setelah Putih melakukan rokade pendek dan Hitam melakukan rokade panjang.
LATIHAN 2
Diagram 47
Diagram 47
Dalam diagram 47 ini Putih melangkahkan bidaknya dari h2 ke h4. Bolehkah Hitam melakukan pemukulan “en passant”? Dengan bidak mana pemukulan itu boleh dilakukan?
Diagram 48
Hitam giliran melangkah dan menjalankan bidak b7 ke b5. Dapatkah Putih memukul bidak itu secara “en passant” dengan Gajahnya ke b6?
Diagram 49
Bangunan ini terjadi setelah Putih mempromosikan bidak c7 ke c8 menjadi Gajah lagi. Apakah pilihan Putih ini dapat dibenarkan?
Diagram 50
Raja Hitam dikeroyok oleh empat Kuda putih. Apakah hal semacam ini boleh dan bisa terjadi?
Diagram 51
Hitam melangkah. Bolehkah dia rokade panjang?
Diagram 52
Putih melangkah. Bolehkah dia rokade pendek? Apakah dia boleh rokade panjang?
Diagram 53
Putih melangkah. Bolehkah dia rokade panjang? Kalau Hitam yang melangkah, bolehkah dia rokade pendek atau rokade panjang?
Diagram 54
Bolehkah Putih rokade pendek sekarang? Kalau Hitam melangkah, bolehkah dia rokade pendek atau rokade panjang?
Dasar-Dasar Catur 4
9:43 PM3. LANGKAH ISTIMEWA
kita telah mempelajari cara melangkah atau memukul setiap buah catur. Terapi semua itu baru mengaaangkut langkah yang umum. Masih ada beberapa lalngkah istimewa yang juga penting diketahui. Terutama yang berhubungan dengan bidak dan Raja.
Memukul “en passant”
Salah satu keistimewaan langkah bidak ialah memukkul “en passant” ( baca : ang pasang) atau memukul “sambil lalu”.
Ketentuaannya demikian : bila satu bidak melangkah dua petak sekaligus ke depan dan melewati lawan, maka bidak lawan dapat memukul bidak itu seolah-olah bidak tadi hanya dimajukan selangkah saja. Lihat contoh pada diagram 32.
Diagram 32
Diagram 32 kita umpamakan Hitam melangkah dan menjalankan bidak d7 ke d5. langkah bidak itu melewati awah pukulan bidah putih c5 ke d6. dalam hal ini, kalau Putih mau, dia boleh memukul bidak hitam itu seolah-olah bidak itu hanya dilangkahkan sepetak saja, yaitu ke d6. jadi, dalam bentuk diagram menjadi sebagai berikut
Diagram 33
Setelah Hitam melangkahkan bidak d7 ke d5
Diagram 34
Setelah Putih memukul bidak di d6 secara “en passant”
Kesempatan setiap bidak memukul “en passant” hanya sekali, yaitu pada saat setelah bidak itu dilangkahkan. Seandainya Putih melakukan langkah lain sebagai selingan, dia tidak boleh lagi melakukan pukeulan “en passant” terhadap bidak d5 hitam itu.
Perhatikan kembali diagram 32. Bidak g7 hitam sebenarnya bisa memukul bidak putih di f6. Tetapi Hitam memilih menjalankan bidak itu dari g7 ke g5. Bolehkah Putih memukul “en passant” dengan bidaknya dari f6 ke g7? Jawabnya: Tidak boleh! Bidak hitam itu tidak melewati arah pukulan bidak putih, tetapi sudah meninggalkannya.
Demikian ketentuan mengenai pukulan “en passant”.
Promosi Bidak
Kita sudah mengenal cara bidak melangkah, yaitu lurus ke depan. Kalau memukul buah lawan maka jalannya menyerong ke kiri atau ke kanan, seperti huruf V. bidak tidak boleh mundur. Bagaimana jika bidak itu sampai pada baris terakhir perjalannannya?
Bidak yang sudah mencapai baris terakhir harus naik pangkat. Atau dengan istilah catur yang populer : Promosi. Bidak itu tidak boleh tetap menjadi bidak. Dia harus segera diganti dengan salah satu perwira seperti Menteri, Benteng, Gajah atau Kuda yang sama warna dengan bidak itu. Bidak tidak boleh menjadi Raja. Raja setiap pemain hanya ada satu sejak awal sampai akhir. Mari lihat diagram 35 dan36.
Diagram 35
Putih giliran melangkah. Dia boleh menjalankan bidak c7 ke c8 dan sekaligus mengganti bidak itu dengan Menteri. Lihat diagram 36.
Diagram 36
Keadaan setelah Putih mempromosikan bidak ke c8 jadi Menteri.
Mengapa Menteri yang dipilih oleh Putih? Karena Menteri merupakan buah yang terkuat dan juga termahal harganya.
Terapi dapat juga terjadi bidak itu dipromosikan menadi buah yang lebih menguntungkan.
Umpamanya seperti diperagakan pada diagram 37 dan 38.
Diagram 37
Putih melangkahkan bidak f7 ke f8 menjadi Kuda.
Diagram 38
Setelah bidak diganti dengan Kuda.
Terlihat bahwa Kuda putih itu sekaligus mengancam atau menyerang Raja dan Menteri hitam. Hitam harus menyelamatkan Rajanya terlebih dahulu dan karena itu giliran berikutnya Kuda putih tadi dapat memakan Menteri hitam dan menang.
Bidak yang promosi boleh menjadi Menteri walaupun Menteri yang asli masih ada di atas papan. Pada suatu ketika bisa terjadi seorang pemain mempunyai dua Menteri. Bahkan bisa tiga atau lebih jika dia berhasil mempromosikan bidak sebanyak-banyaknya.
Demikan pula dia boleh mempunyai Benteng berapa saja, atau Gajah lebih dari dua atau Kuda sebanyak bidak yang dipromosikan.
Secara teori. Delapan bidak pada permulaan permainan bisa saja dipromosikan menjadi delapan Menteri, delapan Benteng, delapan Gajah, atau delapan Kuda. Terserah keinginan pemain yang bersangkutan. Namun dalam praktek, keadaan semacam itu sukar terjadi.